Selasa, 25 Juni 2013

Gunung Merapi Jogjakarta

14-16 November 2012
Merapi (ketinggian puncak 2.968 m dpl, per 2006) adalah gunung berapi di bagian tengah Pulau Jawa dan merupakan salah satu gunung api teraktif di Indonesia. Lereng sisi selatan berada dalam administrasi Kabupaten SlemanDaerah Istimewa Yogyakarta, dan sisanya berada dalam wilayah Provinsi Jawa Tengah, yaitu Kabupaten Magelang di sisi barat, Kabupaten Boyolali di sisi utara dan timur, serta Kabupaten Klaten di sisi tenggara. Kawasan hutan di sekitar puncaknya menjadi kawasan Taman Nasional Gunung Merapi sejak tahun 2004.
Gunung ini sangat berbahaya karena menurut catatan modern mengalami erupsi(puncak keaktifan) setiap dua sampai lima tahun sekali dan dikelilingi oleh pemukiman yang sangat padat. Sejak tahun 1548, gunung ini sudah meletus sebanyak 68 kali.Kota Magelang dan Kota Yogyakarta adalah kota besar terdekat, berjarak di bawah 30 km dari puncaknya. Di lerengnya masih terdapat pemukiman sampai ketinggian 1700 m dan hanya berjarak empat kilometer dari puncak. Oleh karena tingkat kepentingannya ini, Merapi menjadi salah satu dari enam belas gunung api dunia yang termasuk dalam proyek Gunung Api Dekade Ini(Decade Volcanoes). (Wikipedia)

Pendakian kali ini sengaja kami lakukan pada malam hari untuk menghindari cuaca panas. Tidak perlu waktu lama untuk sampai ke puncak merapi hanya 3,5 jam dengan jalan santai lewat jalur selo. Saya  memulai pendakian sekitar pukul 01.00 dan sebelum subuh sudah sampai di pasar bubrah. Karena yang mengejar sunrise saat itu sangat banyak maka tim kami memutuskan untuk sarapan sejenak. Pukul 06.30 kami baru mencapai puncak yang hanya sekitar 30 menit. Gunung yang indah, tetapi di puncak sangat berbahaya, karena sangat curam dan kita hanya bisa duduk di pinggir-pinggir yang berbatasan langsung dengan kawah. 
Tidak lama kita di puncak, lalu turun untuk memasak makanan berat, setelah itu pukul 10.00 kita turun karena kabut sudah turun menutupi langit. Jalur turun ternyata lebih sulit dari jalur naik, karena turunan curam dan licin, beberapa kali terpeleset itu sudah biasa, maka itu harus lebih waspada dan hati-hati. 







Tidak ada komentar:

Posting Komentar