Sabtu, 11 Januari 2014

Nasionalisme, Sejarah Dan Generasi Muda


Oleh: Zhaviera Fetriza/ L-306
Dalam www.Lawalata.org

“Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya.”

Cuplikan kalimat di atas ialah pidato yang diucapkan bung Karno dalam HUT RI tahun 1956. Dapat kita lihat betapa besar pengorbanan para pahlawan dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Hari ini 17 Agustus 2013, genap sudah Republik Indonesia berulang tahun yang ke-68, usia yang cukup senja untuk negeri tercinta. Sejak diproklamirkannya kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, negeri ini bertransformasi dari yang sebelumnya berperang untuk memperoleh kemerdekaan hingga sekarang generasi muda yang mengisi kemerdekaan dengan kegiatan yang bermanfaat. Menghargai perjuangan para pahlawan sudah barang tentu keharusan bagi setiap yang berwarganegara Indonesia. Rasa nasionalisme juga harus ditanamkan sejak dini. Upacara bendera yang diterapkan sejak sekolah dasar hingga tingkat perguruan tinggi merupakan salah satu cara menumbuhkan rasa nasionalisme. Hal itu juga yang mendorong Kelompok Pencinta Alam Institut Pertanian Bogor melakukan upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Bangsa Indonesia. Upacara dilakukan di Tebing Panjat Ciampea tepat pukul 10.00 bersama dengan anggota Lawalata dan beberapa mahasiswa IPB.
Sang saka merah putih dikibarkan di atas tebing setinggi 25 meter dan bendera sepanjang 10 meter dinaikkan dengan Single Rope Technic (SRT). Upacara berjalan sangat hikmat hingga upacara berakhir, tidak lupa pembacaan teks proklamasi oleh pemimpin upacara (Andri)  dan ditutup lagu Hari kemerdekaan. Semoga kegiatan ini bermanfaat dan menginspirasi untuk terus berkarya dan mencintai Indonesia.
Dirgahayu Republik Indonesia, Jayalah selalu, Bakti ku untuk mu.







Tidak ada komentar:

Posting Komentar