Oleh: Zhaviera Fetriza/ L-306
Dalam www.Lawalata.org
“Tidak seorang pun
yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini,
jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya.”
Cuplikan
kalimat di atas ialah pidato yang diucapkan bung Karno dalam HUT RI tahun 1956.
Dapat kita lihat betapa besar pengorbanan para pahlawan dalam memperjuangkan
kemerdekaan Indonesia. Hari ini 17 Agustus 2013, genap sudah Republik Indonesia
berulang tahun yang ke-68, usia yang cukup senja untuk negeri tercinta. Sejak
diproklamirkannya kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, negeri ini
bertransformasi dari yang sebelumnya berperang untuk memperoleh kemerdekaan
hingga sekarang generasi muda yang mengisi kemerdekaan dengan kegiatan yang
bermanfaat. Menghargai perjuangan para pahlawan sudah barang tentu keharusan
bagi setiap yang berwarganegara Indonesia. Rasa nasionalisme juga harus
ditanamkan sejak dini. Upacara bendera yang diterapkan sejak sekolah dasar
hingga tingkat perguruan tinggi merupakan salah satu cara menumbuhkan rasa
nasionalisme. Hal itu juga yang mendorong Kelompok Pencinta Alam Institut
Pertanian Bogor melakukan upacara bendera dalam rangka memperingati Hari
Kemerdekaan Bangsa Indonesia. Upacara dilakukan di Tebing Panjat Ciampea tepat
pukul 10.00 bersama dengan anggota Lawalata dan beberapa mahasiswa IPB.
Sang
saka merah putih dikibarkan di atas tebing setinggi 25 meter dan bendera
sepanjang 10 meter dinaikkan dengan Single
Rope Technic (SRT). Upacara berjalan sangat hikmat hingga upacara berakhir,
tidak lupa pembacaan teks proklamasi oleh pemimpin upacara (Andri) dan ditutup lagu Hari kemerdekaan. Semoga
kegiatan ini bermanfaat dan menginspirasi untuk terus berkarya dan mencintai
Indonesia.
Dirgahayu
Republik Indonesia, Jayalah selalu, Bakti ku untuk mu.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar